Sudah menjadi kebiasaaan buruk bangsa kita dalam menghadapi sesuatu yang baru. Ketika datang sebuah kesempatan untuk menjadi pengusaha, maka ramai-ramai orang menjadi pengusaha. Kalau ada yang berhasil dalam usahanya biasanya para pesaing menjadi sinis atau bahkan benci..... Kenapa ya, mesti membenci orang yang berhasil. Biasanya orang yang berhasil itu dijelek-jelekan sampai-sampai pengusaha tersebut terpengaruh baik dari segi omzet maupun tingkat keuntungan yang diperoleh.
Dari sini kita dapat memahami betapa bangsa kita sedang sakit... Bangsa kita (Sebagian) belum dapat menerima kekalahan, bangsa kita belum bisa melihat orang lain maju, bangsa kita cenderung ingin menjatuhkan orang lain.... Lalu apa jadinya kalau begini terussss? Kita tidak akan pernah maju. Maka sifat bangsa kita yang negatif tersebut dimanfaatkan oleh sekelompok bangsa lain yang lebih tangguh dan tidak banyak terpengaruh oleh kebiasaan buruk bangsa kita. Akhirnya bangsa tersebut mampu menguasai seluruh lini kehidupan dan seluruh sistem perekonomian bangsa Indonesia, dan bahkan sekarang sudah merambah ke dunia politik, dunia yang dulunya tidak mereka jamah.
Bangsa Indonesia seharusnya belajar banyak dan mencontoh sisi positif yang mereka perlihatkan dalam berusaha, bekerja, bahkan dalam mengambil setiap keputusan. Bukan dengan berpangku tangan tetapi ingin langsung untung besar atau menjadi orang terkenal hanya dengan lewat mimpi. sudah seharusnyalah bangsaku ini merubah seluruh kebiasaan buruk menjadi bangsa yang selalu berpikir positif, selalu bekerja keras untuk mencapai sesuatu, dan tentunya selalu mengembangkan ide-ide kreatif menjadi sebuah mahakrya yang besar dan diakui dunia.
Karena kebiasaan buruk yang selalu menghantui bangsaku ini, semakin lama semakin banyak orang yang tidak mampu mengembangkan ide positif dan kreatif, dan sudah barang tentu akan menghasilkan kemalasan dan cenderung mencari barang instan.... bahkan untuk segala macam inginny instan, makanan instan, cari uang instan, cari kerja instan, dan.... jadi caleg pun inginnya instan..............
Berbagai cara ditempuh orang untuk menjadi caleg, ada yang pakai dukun, ada yang bagi-bagi stiker, ada yang bagi-bagi kaos, dan berbagai macam cara yang tidak memperlihatkan kemampuan dan profesionalisme seorang politikus. Kalaupun ada Caleg yang berhasil dipilih tanpa mengeluarkan uang atau dengan cara instan, mereka hanyalah berasal dari golongan selebritis, politikus tua, atau mantan pejabat negara... Merekalah yang memperoleh kesempatan tanpa harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk promosi. Sedangkan caleg lain yang berusaha dengan cara yang tidak etis cenderung tidak dipilih atau dipilih dengan komitmen tertentu dengan konstituennya.... Naaaah biasanya janji-janji dengan konstituen hanya sekedar janji... Kalau udah duduk jadi anggota legislatif sich luuupaaaa sama janji-janjinya.
Selain caleg yang berhasil terpilih, banyak juga caleg yang tidak terpilih.. Saya tidak pernah membayangkan betapa yang tidak terpilih ini bingung setengah mati. Kenapa mereka bingung>?? coba saja pembaca pikir, di antara mereka itu ada yang pinjam uang atau bahkan menjual harta warisan untuk kampanye... Bayangkan kalau tidak terpilih... Bisa gila dah....... Dan memang sudah banyak yang jadi gila.... Ihhhh serem...
Itulah kelemahan bangsa kita. Seringkali diantara kita menggunakan ilmu sapi... Satu bunyi emoooooo yang lain emooooooo. Satu jadi caleg... yang lain juga pengen jadi caleg... Kalau kepilih enaaaak.. kalau enggak kepilih.. pikirin sendiri dah...
Minggu, 12 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar